Selamat Datang Di Website Oi Kota Bekasi
http://oi-kotabekasi.blogspot.com/p/oi-kota-bekasi-peduli.html

Kamis, 29 Maret 2012

Iwan Fals Dan BBM


Lagu-lagu Iwan Fals kerap menjadi ilustrasi berita-berita media. Termasuk lirik kritis lagu Iwan Fals yang membahas BBM (Bahan Bakar Minyak) ikut menjadi gambaran bahwa kenaikan harga BBM akan menambah beban rakyat banyak. Lirik lagu Iwan Fals yang ini: “...BBM naik tinggi susu tak terbeli...” paling sering kita dengar belakangan. Namun masih ada beberapa lagu Iwan Fals lainnya yang menyinggung BBM.







Mari kita bongkar gudang
iwanfalsmania.com menelusuri lagu-lagu Iwan Fals yang membahas BBM serta yang berhubungan atau yang ane hubung-hubungkan dengan itu... :)

Kalau lirik ini tentu banyak yang sudah tahu. Ini adalah potongan lirik dari lagu berjudul Galang Rambu Anarki.

BBM naik tinggi, susu tak terbeli... Orang pintar tarik subsidi, anak kami kurang gizi...”

Lagu ini bercerita tentang kelahiran anak pertama Iwan Fals yang bersamaan dengan kenaikan harga BBM pada waktu itu (tahun 80-an). Iwan menggambarkan kalau kenaikan harga BBM membuat dia tidak bisa beli susu untuk bayinya. Artinya dengan naiknya harga BBM akan diikuti dengan naiknya harga-harga barang kebutuhan lainnya.

Bicara BBM yang menjadi kebutuhan utama banyak orang, ternyata ada juga yang tidak peduli dengan BBM. Mau harganya naik atau turun dia tidak akan ambil pusing. Coba simak potongan lirik lagu Si Tua Sais Pedati.

“Dia tak pernah memerlukan... Dia tak pernah membutuhkan... Solar dan ganti oli... Bensin dan ganti busi... Apalagi charge aki..”

Lagu yang berkisah tentang sais pedati di pedesaan. Sebuah sarana transportasi yang menggunakan tenaga hewan sehingga tidak membutuhkan BBM. Entah apakah sekarang masih banyak yang beginian.

Harga BBM naik tentu menyusahkan banyak orang. Namun walaupun harganya tidak naik, rupanya BBM bisa membuat derita juga seperti dalam lirik lagu Ambulance Zig Zag ini:

“Tak lama berselang supir helicak datang... Masuk membawa korban yang berkain sarung... Seluruh badannya melepuh akibat pangkalan bensin ecerannya... Meledak...”

Lagu ini sebenarnya bercerita tentang ketimpangan pelayanan rumah sakit yang lebih mementingkan pasien kaya dibanding pasien miskin seperti seorang bapak penjual bensin eceran. Dan hal ini masih terjadi sampai sekarang.

Bicara BBM tentu tidak lepas dari kendaraan bermotor. Sudah pasti kendaraan bermotor memerlukan BBM supaya bisa digunakan. Namun bapak yang satu ini hanya mampu memiliki sepeda butut sebagai sarana transportasi sehari-hari untuk mengabdi pada negara guna mencerdaskan bangsa. Siapa lagi kalau bukan Pak Umar Bakrie.

“Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang... Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut... Bakri kentut... cepat pulang... Busyet... standing dan terbang...”

Cerita tentang seorang guru berstatus sebagai pengawai negeri yang jujur berbakti namun negara tidak menghargai jasa-jasanya. Gajinya selalu dipotong oleh negara. Begitulah realitasnya.

Meningkat dari sepeda butut ke sepeda motor. Beberapa lagu Iwan Fals menceritakan tentang sepeda motor yang sekarang banyak sekali kita jumpai. Sarana transportasi yang hampir semua orang punya dan yang pasti juga minum BBM. Teledor sedikit sepeda motor bisa juga diembat maling seperti dalam lagu Kisah Sepeda Motorku. Lagu ini bercerita tentang sepeda motor yang hilang, kemudian si pemilik lapor ke Polisi.

“Hei bapak kopral saya datang mau lapor... Tadi malam waktu saya sedang molor telah kehilangan sepeda motor... Dirumah teman saya yang bermata bolor”

Iwan Fals juga pernah menuliskan lirik lagu yang berkisah tentang dia akan menjemput kedatangan kekasihnya di stasiun kereta api. Iwan menaiki sepeda motor dengan buru-buru namun ternyata kereta api terlambat datang. Ini ada dalam lagu Kereta Tiba Pukul Berapa.

“Kupacu sepeda motorku... Jarum jam tak mau menunggu maklum rindu...”

Kemudian Iwan Fals juga pernah bikin lirik lagu tentang dia mengantarkan kekasihnya dengan menaiki sepeda motor pada lagu Aku Antarkan.

“Aku antar kau sore pukul lima... Laju roda dua seperti malas tak beringas...”

Lalu pada lagu terbarunya tentang sepeda motor, Iwan Fals berkisah pengalamannya di jalanan dengan kendaraan peminum BBM ini pada lagu Kuda Coklatku.

“Temanku… kuda besiku... Panas dan hujan bukan halangan...”

Berhubungan dengan lagu terakhir diatas, Iwan Fals pernah menjadi duta produk sepeda motor buatan India pada tahun 2008. Dan lagu Kuda Coklatku adalah lagu yang dipesan sebagai promo produk sepeda motor ini yang iklannya juga dibintangi oleh Iwan Fals.

BBM itu dibutuhkan banyak orang, mulai rakyat jelata sampai koruptor semua perlu. Bahkan Iwan Fals pasti memerlukan BBM untuk menunjang profesi juga hobinya. Beberapa sahabat iwanfalsmania.com pada suatu waktu pernah mendapati Iwan Fals touring dengan menaiki sepeda motor. Berhenti di warung-warung sekedar ngopi atau ngebakso. Meskipun berusaha menyamarkan identitasnya, namun ada juga yang bisa mengenali kalau biker itu adalah Iwan Fals.

Nah, kalau pemerintah menaikkan harga BBM apapun itu alasannya, berarti pemerintah tidak peduli dengan lirik lagu ini:

Turunkan harga secepatnya... Berikan kami pekerjaan... Pasti kuangkat engkau Menjadi manusia setengah dewa...”

Ohohoho... jangankan lagu, rakyat demonstrasi sampai bakar-bakaran pukul-pukulan saja pemerintah tidak peduli. Yang nampak mata adalah pejabat korup disayang-sayang, maling sandal secepat kilat dipenjarakan. Kenyataannya sekarang ada pihak-pihak berkompeten yang terang-terangan menolak kenaikan harga BBM dengan perhitungan dan alasan yang rasional serta bisa diimplementasikan, bukankah itu tandanya harga BBM bisa untuk tidak naik..?. Namun kita sekarang dipaksa untuk ‘percaya’ pada hitung-hitungan penguasa bahwa harga BBM harus naik.

Lalu apakah perlu lirik lagu Iwan Fals berikut ini direalisasikan mengingat pemerintah sebagai pelaksana negara membiarkan rakyatnya sengsara dan terlihat lebih mementingkan dirinya serta kelompoknya sendiri...

“Negara harus bebaskan biaya pendidikan... Negara harus bebaskan biaya kesehatan... Negara harus ciptakan pekerjaan... Negara harus adil tidak memihak... Negara harus begitu... Kalau tidak bubarkan saja...!

Mari kita memohon pertolongan kepada Yang Maha Kuasa untuk melindungi bangsa Indonesia yang salah urus ini, bangsa kaya raya dimana rakyatnya banyak yang miskin. Semakin banyak kerusakan di negeri ini dan kita semua terus berusaha memperbaiki sambil membersihkan yang kotor-kotor supaya bangsa ini diberkahi, dan hanya kepada Allah kita memohon...

Ya Allah ya Tuhan kami... Tolonglah tolong... Ya Allah ya Robbi... Engkau-lah yang paling mengerti... Pikiran dan hati ini gelisah... Menimbang masa depan dengan gamang... Sungguh hati ini tak tenang... Sungguh kami takut, ya Allah...

Lindungi kami, ya Robbi... Lindungi negeri ini... Berilah kemudahan... Jauhkan kemungkaran... Berilah kecerahan bagi masa yang gelap ini, ya Allah...

Hanya pada-Mu lah kami memohon... Hanya pada-Mu lah... Wahai pemilik segala Nama... Maha dari segala maha... Sumber dari segala sumber...

Ya Allah, kabulkanlah... Kabulkanlah doa kami...
(Lirik lagu: Ya Allah Kami – Iwan Fals - Album Keseimbangan)

sb – iwanfalsmania.com