Selamat Datang Di Website Oi Kota Bekasi
http://oi-kotabekasi.blogspot.com/p/oi-kota-bekasi-peduli.html

Rabu, 09 November 2011

Lagu Tentang Pahlawan


Selamat memperingati Hari Pahlawan! Setiap tanggal 10 November kita mengenang pertempuran heroik melawan pasukan Belanda di Surabaya pada 66 tahun silam.

Banyak lagu diciptakan untuk pahlawan di negeri ini dalam beragam makna dan interpretasi. Karena nilai-nilai kepahlawanan saat ini juga tidak lagi terkait perjuangan bersenjata, banyak lagu yang diciptakan tentang pahlawan dalam konteks yang berbeda-beda. Berikut ini tujuh lagu hebat karya anak bangsa mengenai pahlawan.



Iwan Fals, “Bangunlah Putra-Putri Pertiwi” (1981)
Lagu ini sepertinya adalah sebuah pernyataan tentang masa depan bangsa yang ada di pundak rakyatnya sendiri. Bahwa kita semua bisa menjadi pahlawan bagi negeri ini. Liriknya fenomenal, menohok dan mengajak kita bangun, “Mandi dan gosok gigi/ Setelah itu kita berjanji (bahwa) pagi esok hari atau lusa nanti/ Garuda bukan burung perkutut/ Sang saka bukan sandang pembalut/ Dan coba dengarkan/ Pancasila itu bukan rumus kode buntut”.

Ebiet G Ade, “Seraut Wajah” (1990)
Walau diiringi irama balada mendayu-dayu, Ebiet tetap bisa menanamkan nilai kepahlawanan yang kuat dalam lagu ini. Liriknya cukup eksplisit mengenai pejuang yang “Bersumpah mempertahankan setiap jengkal tanah…/ Tegar dalam sikap sempurna/ Pantang menyerah”. Hebatnya, “Seraut Wajah” jadi sering diputar pada acara-acara yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), karena sang pejuang yang dimaksud dalam lagu tersebut memang bisa diterjemahkan sebagai tentara.

Kantata Takwa, “Sang Petualang” (1990)
Dalam album fenomenal bertitel sama, supergrup yang beranggotakan antara lain Iwan Fals, Setiawan Djodi, W.S .Rendra dan Sawung Jabo ini memuntahkan banyak kritik sosial dan juga gambaran tentang kondisi keterpurukan masyarakat. Lagu terakhir dari album tersebut adalah “Sang Petualang” yang menyiratkan sifat-sifat kepahlawanan.  Liriknya pada refrain sangat indah: “Sebebas camar engkau berteriak/ Setabah nelayan menembus badai/ Seikhlas karang menunggu ombak/ Seperti lautan engkau bersikap”.

Endah N Rhesa, “Thousand Candles Lighted” (2006)

Sebagai interpretasi dari catatan pinggir Goenawan Mohamad setelah wafatnya pejuang hak asasi manusia Munir, lagu ini cukup intens menggambarkan sosok seorang pahlawan. Judulnya diambil dari aksi candle light vigil dalam rangka mengenang Munir di Bunderan HI, Jakarta. Lirik dalam bahasa Inggris yang dilantunkan duo ini tak begitu eksplisit tentang pahlawan, namun pesannya cukup jelas—terutama pada bagian “Only with strength and hope we bring a better tomorrow” yang menghentak.

Alien Sick, “Terminal Khusus” (2011)
Diambil dari album kedua band psycho rock/grunge Alien Sick, “Terminal Khusus” adalah potret buram pahlawan devisa kita: buruh migran. Liriknya kejam dan tanpa tedeng aling-aling: “Kadang diperkosa, kadang dipenjara, kadang dipidana/ Mati”. Nomor ini seperti mengingatkan kita pada kewajiban negara untuk perlindungan dan pemenuhan hak-hak para pahlawan dari Indonesia ini. Lagu bernuansa gelap ini bisa diunduh pada laman resmi band di http://aliensick.com/

Project Pop, “Pahlawan” (2004)
Seperti biasa, Project Pop menghadirkan lagu pop yang ringan dan lucu, terutama lewat nomor “Pahlawan” ini. Namun ternyata makna lagu tersebut cukup dalam, terutama liriknya yang menyebutkan: “Para tukang sayur, para tukang servis sol sepatu, tukang ikan, tukang daging dan juga tukang es batu/ Yakinlah peluhmu akan berguna bagimu”, dan kaitannya pada nilai kepahlawanan pada usaha menyambung hidup: “Dapat hasil lumayan, kadang dipalakin preman/ Tapi kau bertahan, kau adalah seorang pahlawan”. Nomor ini adalah lagu sederhana tentang kepahlawanan rakyat biasa—yang jatuh bangun bertarung mencari nafkah untuk hidup sehari-hari.